Showing posts with label WIRAUSAHA. Show all posts
Showing posts with label WIRAUSAHA. Show all posts

Menentukan harga photo copy per lembar. Usaha identik dengan keuntungan dengan salah satu penentunya yaitu harga jual. Tentu mudah untuk menentukan harga bagi sebuah usaha bidang retailer. Dari harga beli, estimasi biaya yang terkait sudah bisa dibayangkan berapa harga jual yang pantas untuk produk tersebut. Bagaimana dengan bisnis photo copy?

Sebelum memulai usaha jasa penggandaan dokumen ini, pilih lokasi yang dekat dengan aktivitas yang berhubungan dengan dokumen. Misalnya: membuka usaha Photo Copy di dekat sekolah, kampus atau perkantoran. Langkah awal ini dapat memudahkan dalam meraih pangsa pasar.

Lantas tentukan harga Photo Copy untuk tiap lembarnya. Beberapa hal yang perlu diperhitungkan dalam penentuan harga per lembar jasa photo copy:
- Pertimbangkan seberapa jauh lokasi tempat Anda belanja. hal ini mempengaruhi biaya transport yang Anda keluarkan.
- Harga pokok kertas perlembarnya. Dihitung dengan harga per rim dibagi 500. Misal untuk harga kertas Rp 35.000,- per rim, harga perlembar Rp 35.000/500 lembar atau sama dengan Rp 70,-.
- Harga tinta yang dipergunakan. Misalnya saja tinta harganya Rp 150.000,-/Kg, dan toner dalam 1 Kg bisa digunakan untuk 10.000 lembar, maka biaya untuk tinta Rp. 15,- per lembar.
- Biaya listrik. Misalnya tagihan listrik Rp. 300.000,- dalam satu bulan dengan jumlah lembar Photo Copy sebanyak 75.000 copy, maka Rp 300.000 / 75.000 per lembar= Rp 4,- per lembar.
- Biaya tenaga kerja. Biaya tenaga kerja tergantung kebijakan Anda dengan berbagai pertimbangan tentunya. Anggap saja untuk tenaga kerja menghabiskan dana sebesar Rp 1.000.000,- per bulandan maka perhitungannya : Rp 1.000.000 / 75.000 per lembar = Rp. 13,4- per lembar.
- Biaya penyusutan mesin. Biaya penyusutan secara mudah adalah pengalokasian harga perolehan mesin ke dalam umur ekonomis karena sebuah mesin tidak selamanya dapat diambil manfaatnya. Optimalnya mesin bekas bisa digunakan selama 3 tahun. Atau jika mesin baru kisaran 10 tahun. Misalkan saja mesin photo copy yang digunakan adalah bekas seharga Rp 15.000.000,- maka biaya penyusutan diperhitungkan sebesar Rp 15.000.000,- /36 bulan / 75.000 lembar = Rp 5,6,- per lembar.

Total untuk semua biaya per lembar produksi jasa photo copy sebesar Rp 70 + Rp 15 + Rp 4 + Rp 13,4 + Rp 5,6 = Rp 108,-. Sejumlah Rp 108,- merupakan biaya variabel, atau biaya per lembar, atau biasa umumnya orang menyebut modal untuk per lembar jasa photo copy.

Untuk menentukan berapa harga yang pantas untuk menjual jasa photo copy, diperhatikan juga ongkos servis yang biasanya rutin dikeluarkan meski tidak sama jumlahnya, biaya sewa tempat jika belum menjadi milik sendiri, kesalahan memfotokopi karena human error ataupun kerusakan mesin.

Silakan menghitung harga photo copy per lembarnya yang sekiranya pantas, namun jangan terlalu terfokus pada perhitungan yang mengakibatkan gagal sebelum memulai. Yang penting niat, pilih lokasi strategis sesuai pangsa pasar, ketekunan, dan yang paling utama adalah MEMULAI. Bisnis yang paling MENJANJIKAN adalah yang DIKERJAKAN.

Pelemsewu, 12:10, 14 November 2011
2
Oleh: Den Sinyo

Menjadi karyawan atau wirausaha adalah sebuah pilihan masing-masing individu, bukan antara benar atau salah. Semuanya ada kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dalam memilih diantara keduanya.

Menjadi karyawan memiliki kelebihan hanya memikirkan pekerjaannya dan menanti gaji yang rutin diterima entah tiap hari, minggu atau bulan. Resikonya, seorang karyawan harus tunduk patuh pada peraturan yang ada di perusahaan, di samping peraturan pemerintah tentunya. Juga meskipun bekerja dengan baik dan hasilnya pun baik, peningkatan kesejahteraan tetap tergantung pada kebijakan manajemen perusahaan.

Lain lagi dengan seorang wirausaha. Perlu kerja keras dan curahan segenap pikiran untuk mempertahankan usaha, yang berarti penghasilan dan hidupnya. Buah dari hasil usahanya tergantung dari ketekunan dan keahliannya dalam menjalankan bisnis tersebut.

Indonesia dengan berbagai potensi alamnya ternyata belum mampu menjadi raja di negeri sendiri. Makna sukses diartikan sebagai diterima menjadi KARYAWAN sementara menjadi wirausaha, pengusaha, wiraswasta seringkali masih menjadi alternatif terakhir setelah menemukan jalan buntu dalam mencari pekerjaan.

Sebuah lagu balada dari Iwan Fals yang berkisah tentang nasib lulusan perguruan tinggi. Ini terjadi sudah puluhan tahun dan masih tetap relevan sampai sekarang.

Sarjana Muda

Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s'batang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Reff I :

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban

Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat

Reff II :

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku

Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu..."

Wirausaha atau bekerja? Itu pilihan anda dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Mari nikmati bersama segala konsekuensi dengan penuh tanggung jawab.

Salam
0
Previous PostOlder Posts Home

Total Tayangan Laman

Contact

Name

Email *

Message *